Perekonomian Kecamatan Suak Midai

Kegiatan perdagangan mempunyai peran yang cukup sinifikan bagi perekonomian suatu wilayah. Sektor ini dapat menjadi indikator perkembangan ekonomi. Selain itu, sektor ini juga berperan untuk memelihara kestabilan harga-harga pokok.

Perekonomian merupakan bagian penting dari masyarakat yang tidak dapat diabaikan. Kondisi perekonomian yang baik akan berdampak pada kehidupan masyarakat yang lebih baik dan memadai. Pada tahun 2017, di Kecamatan Suak Midai belum terdapat lembaga keuangan seperti Bank, Agen Bank, Asuransi, KUD, dan Koperasi lainnya. Perekonomian daerah juga dapat ditunjang dengan tersedianya aset-aset daerah yang berharga yang mendukung terciptanya usaha-usaha disekitarnya. Pada kecamatan Suak Midai terdapat 20 warung/kios/kelontong. Sementara restoran/rumah makan dan hotel/ penginapan belum tersedia di kecamatan ini.

Realisasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang diterima Kecamatan Suak Midai sebesar 12.746.109 atau 32.33 persen dari nilai pokok penetapannya. Nilai pokok penetapan tersebut berdasarkan luas tanah dan bangunan yang dikenakan pajak yang nilainya masing-masing adalah 8,54 km2 dan 7.241 m2.

Sementara itu, jika dilihat dari persentase realisasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang terbesar ada di Desa Gunung Jambat yaitu sebesar 34 persen, sedangkan persentase realisasi terkecil ada di Desa Air Kumpai yaitu sebesar 25 persen. Industri rumah tangga di kecamatan ini masih belum cukup berkembang dan menjadi industri utama di kecamatan ini. Hal ini dapat dilihat dari jumlah industri yang tersedia. Selama tahun 2017 tercatat hanya terdapat 7 industri rumah tangga yang terdiri dari 5 usaha pembuatan makanan dan minuman dan 2 usaha pembuatan kerajinan. ***

Sumber: Kecamatan Suak Midai Dalam Angka 2018 oleh BPS Kabupaten Natuna.